Penguatan Pengelolaan Kawasan Konservasi: BBKSDA Jawa Timur Gelar Penilaian di Sidomulyo

  • Jun 26, 2024
  • Doni Sandika
  • BERITA MASYARAKAT, BERITA PEMDES, BERITA UMUM

Jember - Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Timur memfasilitasi kegiatan penilaian efektivitas pengelolaan Cagar Alam Curah Manis Sempolan I - VIII yang berlangsung di Aula Kantor Desa Sidomulyo dari pukul 09.00 hingga selesai pada hari Selasa, 24 Juni 2024.

Kegiatan ini bertujuan untuk mengukur efektivitas pengelolaan kawasan konservasi secara terpadu melalui tiga rangkaian acara utama: Penilaian Efektivitas Pengelolaan Cagar Alam Curah Manis Sempolan I - VIII, Penyusunan Resume Hasil Penilaian, dan Penyusunan Rencana Aksi.

Acara ini dibuka oleh Bapak Purwantono, S. Hut., M.P., Kepala Bidang KSDA Wilayah III Jember, yang dalam sambutannya menyatakan, "Kegiatan ini merupakan langkah penting dalam memastikan bahwa pengelolaan kawasan konservasi dilakukan dengan efektif dan berkelanjutan, serta melibatkan semua pihak terkait untuk mencapai tujuan bersama." Terang beliau.

Sambutan kedua disampaikan oleh Sekretaris Kecamatan, Bapak Guritno, yang mewakili Bapak Camat Silo. Beliau menyampaikan, "Kami sangat mendukung upaya BBKSDA dalam menjaga dan mengelola kawasan konservasi ini. Kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pihak terkait sangat penting untuk menjaga kelestarian alam di wilayah kita." Jelasnya.

Selain itu, acara ini juga dihadiri oleh berbagai tamu undangan yang memiliki wilayah terkait, antara lain:

- Kepala Cabang Dinas Kehutanan Jember

- Kepala BKPH Sempolan

- Camat Silo

- Danramil Silo

- Kapolsek Silo

- Kepala Desa Sidomulyo

- Kepala Desa Garahan

- Kepala Bidang KSDA Wilayah III Jember (2 orang)

- Kepala Seksi KSDA Wilayah V Banyuwangi

- Kepala RKW 14 Jember, SM Nusa Barong (2 orang)

Dengan diadakannya kegiatan ini, diharapkan efektivitas pengelolaan Cagar Alam Curah Manis Sempolan I - VIII dapat meningkat dan menghasilkan rencana aksi yang komprehensif untuk konservasi keanekaragaman hayati di wilayah tersebut.

KIM TIRTO GUMITIR