Suara Remaja Menggema di Jember Youth Festival, KIM Tirto Gumitir Ikut Ambil Peran

  • Sep 02, 2025
  • Dwi Ayungningtiyas
  • BERITA MASYARAKAT, BERITA PEMUDA, BERITA UMUM

Jember – SuaR Indonesia bersama Yayasan Gemilang Sehat Indonesia (YGSI) menggelar Jember Yout Festival dengan tema “Bersama Remaja dan Orang Muda Mewujudkan Jember Baru, Jember Maju”, Kamis (28/8/2025) di Aula PB Sudirman, Jember.

Festival ini menjadi puncak rangkaian program PKRS yang sejak Mei 2022 telah dilaksanakan di enam sekolah di Kecamatan Silo dan Ledokombo, Kabupaten Jember. Program tersebut melibatkan SMP negeri, sekolah swasta, hingga madrasah tsanawiyah dengan dukungan guru pendamping, pondok pesantren, puskesmas, Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, Kemenag, DP3AKB, kepolisian, serta organisasi masyarakat sipil.

Program Officer SuaR Indonesia, Budiman Widyanarko, menjelaskan bahwa meski proyek telah berakhir, spirit PKRS perlu terus digerakkan.
“Pembelajaran yang telah dilakukan dapat direplikasi dan diduplikasi oleh pemerintah, sehingga manfaatnya semakin meluas. Intervensi melalui program PKRS ini merupakan bagian dari strategi pencegahan kawin anak sekaligus upaya mendorong kesetaraan gender di masyarakat,” ungkapnya.

Hal senada juga disampaikan Nurhadi, Project Manager Power To Youth Ledokombo. Ia mengapresiasi inisiatif SuaR Indonesia yang dinilai kreatif dalam menyampaikan pesan pencegahan perkawinan anak.

Festival ini menampilkan olimpiade PKRS, lomba nadzam, hingga video edukatif dari para siswa. Puncak acara ditandai dengan diskusi panel lintas pemangku kepentingan serta ruang ekspresi karya remaja yang menyoroti isu kesehatan reproduksi, kesetaraan gender, dan pembangunan berkelanjutan.

Ketua KIM Tirto Gumitir, Muhammad Ilham, S.IP, yang turut hadir dalam acara ini menekankan pentingnya literasi kesehatan reproduksi bagi generasi muda.

“Kami melihat program PKRS ini sangat relevan dengan tantangan yang dihadapi remaja saat ini. Edukasi kesehatan reproduksi tidak boleh berhenti di ruang kelas saja, tetapi juga harus sampai ke keluarga dan masyarakat. KIM Tirto Gumitir berkomitmen untuk ikut menyebarluaskan informasi ini agar remaja kita semakin terlindungi dari risiko perkawinan anak, kekerasan berbasis gender, maupun masalah kesehatan reproduksi lainnya,” tegas Ilham.

Menurut panitia, keberhasilan program PKRS juga mendapat dukungan dari pemerintah daerah. Dinas Pendidikan Jember telah menindaklanjuti melalui Surat Edaran implementasi Permendikbudristek Nomor 46 Tahun 2023 tentang pencegahan dan penanganan kekerasan di satuan pendidikan. Kementerian Agama Jember juga mendorong madrasah untuk mengadopsi praktik serupa.

Festival PKRS ini diharapkan menjadi momentum memperkuat komitmen bersama dalam melanjutkan upaya edukasi kesehatan reproduksi remaja di Kabupaten Jember.