Tingkatkan Kesadaran Media: KIM Tirto Gumitir Ikuti Pelatihan PKRS tentang Hak Kesehatan Reproduksi dan Kekerasan Gender

  • Oct 13, 2023
  • Dina Supriati
  • BERITA PEMUDA, BERITA UMUM

Jember, 12 Oktober 2023 - Perkumpulan SUAR Indonesia menggelar pelatihan yang berfokus pada Pengembangan Konten dan Etik untuk Media yang Ramah Pemberitaan terkait Hak Kesehatan Reproduksi, Seksualitas, dan Kekerasan Berbasis Gender dan Seksual dalam Program Pendidikan Kesehatan Reproduksi dan Seksualitas (PKRS).

Acara ini diikuti oleh berbagai media televisi, online, cetak, dan radio ternama, seperti SCTV, KJTV, Jember TV, Radar Jember, RRI dan media lainnya yang turut hadir juga KIM Tirto Gumitir yang diwakili oleh Dina Supriati dan Titis Mulia Mahabby. Pelatihan berlangsung di Hotel Dafam Fortuna Jember pada tanggal 12 Oktober 2023.

Bapak Budiman Widyanarko, Project Officer SUAR Indonesia, memberikan sambutan pada acara pembukaan pelatihan. Ia menyampaikan pentingnya peran media dalam menyebarkan informasi yang berkaitan dengan hak kesehatan reproduksi, seksualitas, dan upaya pencegahan kekerasan berbasis gender dan seksual. Media memiliki peran penting dalam membantu masyarakat memahami isu-isu sensitif ini dengan tepat dan bijak.

Salah satu perwakilan dari KIM Tirto Gumitir, Titis, turut hadir dalam pelatihan ini. Dalam kesempatannya, Titis mengungkapkan harapannya “Melalui pelatihan ini, KIM Tirto Gumitir dapat mengembangkan konten-konten yang berkualitas dan informatif terkait isu perkawinan anak, Kekerasan Berbasis Gender dan Seksual (KBGS), serta masalah kehamilan yang tidak diinginkan. Dengan demikian, media dapat berperan sebagai agen perubahan positif dalam mengatasi permasalahan-permasalahan tersebut di masyarakat”.

Pelatihan ini juga didukung oleh pemateri dari Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Bapak Mahbub Junaidi  yang memberikan wawasan tentang etika jurnalistik, tanggung jawab media, serta cara menghadapi tantangan dalam meliput isu-isu sensitif.

Diharapkan bahwa setelah mengikuti pelatihan ini, media-media peserta akan mampu menghasilkan konten yang lebih informatif, sensitif, dan peduli terhadap isu-isu hak kesehatan reproduksi, seksualitas, serta kekerasan berbasis gender dan seksual. Sehingga, masyarakat akan semakin sadar akan pentingnya isu-isu tersebut, dan berkontribusi dalam membangun lingkungan yang lebih aman dan inklusif untuk semua.